Headlines News :
Home » » kisah orang gila yang doanya dikabulkan

kisah orang gila yang doanya dikabulkan

Written By jariliar on Monday, May 9, 2016 | 6:18 PM

Inspirasi...
========================================

Rezeki Nomplok Berkat Doa Orang Gila

 Hasil gambar untuk kisah dipukul orang gila

PRIBUMINEWS — Orang tidak waras kerap terlempar dan terkucil dari kehidupan normal. Eksistensinya sebagai manusia dilucuti hanya lantaran dianggap tak berakal dan sia-sia. Tak sedikit pula yang merenggut hidupnya dalam pasungan atau diabaikan masyarakat begitu saja persis hewan yang terbuang.
Kisah berikut ini semoga membuka mata kita bahwa jangan pernah meremehkan kemanusiaan seseorang, siapa pun dia.
Sebut saja namanya Harun. Ia seorang sopir kendaraan perusahaan swasta. Pas kebetulan hari itu ia melintasi kawasan Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur.
Jalanan macet dan terlihat kerumunan di depan kios penjual dandang, oven dan berbagai barang berbahan alumunium lainnya. Sejurus kemudian, Harun menoleh dan ternyata di sana ada seorang gila dengan kepala berlumur darah.
Pemilik kios menggebah orang gila tersebut sembari memukulinya dengan gagang sapu. Kerumunan orang hanya menonton, namun Harun segera bersikap. Dia cepat meminggirkan dan memarkir kendaraannya. Biarpun tak kenal dengan orang gila ini, namun jiwanya terdorong menghentikan ulah pemilik kios.
“Pak, tolong jangan dipukul. Dia manusia, hamba Allah juga seperti kita!…,” sergah Harun ke arah pemilik kios.
Sang pemilik kios menoleh dan membalas sinis, “Eh, kamu saudaranya ya? Bawa dia pergi atau saya pukuli lagi! Sebab kalo dia ada di sini, semua orang jadi takut belanja di kiosku.”
“Bukan Pak, saya tidak kenal dia. Tapi kan tidak perlu menyiksa untuk menyuruhnya pergi…” tukas Harun kesal.
Harun pun segera menggamit tangan si orang gila tadi. Breeng.. Aroma tubuhnya bikin mual, dekil, dan menjijikkan. Tapi, anehnya Harun seolah tidak peduli. Di pikirannya saat itu, ia harus membawa orang gila tadi menjauh dari si pemilik kios dan kerumunan orang.
Diajaknya orang gila tadi ke dalam mobil. Tapi Harun belum kenal dengan orang gila ini. “Mmmm…, Bapak siapa namanya?,” Harun membuka percakapan sembari menyetir mobilnya. Orang gila itu tidak menjawab, hanya menatap kosong.
“Rumahnya di mana…, Bapak mau diantar ke mana…, Bapak punya keluarga enggak…?,” begitulah sederet pertanyaan ia lontarkan kepada si lelaki kusut masai. Tapi, tetap saja tidak sepatah pun ia menjawab. Kosong. Hening. Membingungkan.
Akhirnya, Harun menurunkan lelaki kucel tadi di bawah fly over MT Haryono, Cawang. Saat Harun menuntunnya, orang itu melepaskan tangan Harun, kemudian duduk jongkok di trotoar. Lagi-lagi tatapannya kosong.
Harun kembali tergerak untuk bertanya, “Bapak lapar… Bapak mau makan?” Ah, tetap saja pertanyaan Harun itu menguap di tengah suasana hiruk pikuk jalan raya.
Entah dari mana datangnya pikiran Harun, segera ia tinggalkan orang gila itu. Kemudian ia menyeberang perempatan jalan di bawah fly over itu menuju sebuah warung nasi di pinggir jalan. Sebungkus nasi ia beli seharga kurang dari Rp 10.000. Dengan nasi bungkus di tangan ia kembali ke arah orang itu dan disodorkannya. Duh, tetap saja lelaki tak terurus itu bergeming tak bereaksi apa-apa.
Harun tetap bersabar. Ia bukakan bungkus nasi tersebut, kemudian ia letakkan persis di depan orang gila tadi.
Wow.. pemandangan menakjubkan pun segera terjadi.
Seketika melihat nasi bungkus terhampar di hadapannya, orang gila itu menatap tajam ke arah Harun, mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sesaat kemudian, tiba-tiba ia mengangkat kedua tangannya, mulutnya diam terkatup tapi kepalanya didongakkan serta matanya memandang lurus ke langit. Seolah ia ingin berterima kasih kepada Sang Maha Pencipta yang telah mengirimkan orang berhati mulia di hadapannya seraya berdoa.
Merinding Harun menyaksikan kejadian ini. Nyaris buliran air mata menetes, kalau saja ia tidak merasa malu kepada orang gila tersebut.
Tanpa pamit, Harun bergegas kembali menuju mobilnya diparkir di tepi jalan. Terharu sekali rasanya ia didoakan oleh orang gila yang tiada dikenalnya.
Dari spion mobil, Harun masih melihat orang gila itu terus menengadahkan kedua tangannya ke langit. Kali ini buliran air mata hangat benar-benar jatuh di pipi Harun. Maka ia pun pergi.
Berselang tak lebih dari sepekan dari kejadian mengharukan itu. Seorang direktur bank di tempatnya bekerja menyapa hangat. “Pak Harun sering keliling Jakarta dan sekitarnya kan?,” tanya sang direktur. “Kalo Anda ada informasi yang mau jual tanah yang cukup luas tolong kasih tahu ke saya ya. Kebetulan ada sebuah perusahaan mau bikin pabrik dan mengajukan pinjaman kepada bank kita.”
Tak berapa lama setelah itu, Harun pergi ke daerah Jonggol dan mendapati ada sebuah tanah yang luas hendak dijual. Harun menghubungi pemiliknya, dan setelah itu ia beritahukan kepada direktur bank tadi, perihal tanah tersebut.
Masha Allah, tanpa disangka, perusahaan yang hendak mendirikan pabrik setuju. Kredit pun cair, dan tanah tersebut dibeli. Harun pun menuturkan, bahwa ia mendapat komisi ratusan juta rupiah dari transaksi yang tiada disengaja itu baginya.
“Allahu Akbar… saya amat yakin bahwa rezeki teramat besar bagi saya ini, Allah SWT berikan berkat doa orang gila yang saya temui di daerah Cawang Kompor,” ujar Harun dengan mata berkaca-kaca. [jie/sio]
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

INFO MOBIL TERBARU 2023 KLIK

KiosTOP

KiosTOP
VOUCHER FREE

Aplikasi TOP

Aplikasi TOP
Tips Trick

KiosTop

KiosTop
Online Shop

Cek Resi Pengiriman

BATU MULIA LANGKA

BATU MULIA LANGKA
Klik gambar : Mudah,Aman,Terpercaya

Ramalan Cuaca


counter

Iklan FB

Mau Jadi Admin ATM...???

Mau Jadi Admin ATM...???
Klik Gambar..Kereeen..
RAHASIA 100% GRATIS>>Salam Sukses

Translate

Wikipedia

Search results



Enter a long URL to make tiny:



 
Support : Promo Free | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. JARI LIAR - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Petualang Online
Proudly powered by Blogger